Iman

Iman adalah sarana yang memungkinkan kita untuk mendapatkan anugerah keselamatan dalam Yesus Kristus. Efesus 2:8 mengatakan “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman…”. Iman itu sendiri tidak menyelamatkan, Kristuslah yang menyelamatkan. Tetapi iman adalah saluran yang membawa keselamatan itu kepada kita. Seperti air, Kristus adalah sumber air, tetapi untuk air bisa sampai ke rumah kita, maka harus menggunakan pipa yang menyalurkannya, itulah iman. Ketika kita berbicara mengenai iman, maka perlu diingat ada beberapa pengertian yang tidak benar. Sama seperti kunci, ada banyak kunci, tetapi hanya satu kunci saja yang dapat membuka pintu sorga. Hanya satu kunci saja yang menyelamatkan.

Ada 3 unsur yang harus digenapi yaitu pengetahuan, persetujuan, dan pengandalan. Jika salah satu unsur ini tidak ada maka iman itu tidak sejati. Pertama, pengetahuan akan obyek iman harus ada sebelum kita bisa beriman. Tidak benar jika dikatakan: percaya saja, yang penting kuat percayanya. Tidak bisa anda percaya jika anda tidak tahu siapa/apa yang anda percayai. Mana mungkin anda bisa percaya kepada seseorang yang tidak anda kenal. Setelah mengetahui tentunya kita harus setuju, ini logis. Dan yang terakhir, tidak cukup jika pengetahuan dan persetujuan itu harus dapat diandalkan.

Ada seseorang yang bisa dengan mengendarai sepeda melintas pada sebuah kawat panjang yang dibentangkan diantara dua air terjun yang besar. Satu kali dia melintas dan tiba dengan selamat di sisi satunya itu. Kemudian pembawa acara bertanya: hebat orang ini ya? Ya. Siapa yang setuju dia bisa naik sepeda itu lagi dan kembali menyeberangi kawat itu sampai pada sisi yang sebelumnya? Semua angkat tangan setuju. Kemudian dia bertanya lagi, siapa yang berani diboncengkan dia? Tidak ada yang menjawab. Semua memiliki pengetahuan, tetapi ketika harus menggantungkan nyawanya itu lain perkara. Tidak dapat dikatakan sebagai iman jika kita tidak bisa mengandalkannya.

Iman yang menyelamatkan adalah iman yang mengenal dan mengandalkan Kristus Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Iman yang menyelamatkan bukan hanya percaya di kepala saja, yang secara akal menyetujui, tetapi berarti mempercayakan seluruh hidup kepada Kristus Yesus. Ketika Yesus berkata “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa kalau tidak melalui Aku” (Yoh 14:6). Percayakah anda? Maukah anda menyerahkan hidup anda sepenuhnya pada-Nya?

Tanpa iman kita tidak mungkin bisa berbagian didalam anugerah keselamatan itu. Tuhan Yesus Kristus memang sudah menggenapi karya keselamatan itu, tetapi hanya dengan imanlah kita bisa mendapatkan bagian didalam anugerah itu. Disini kita harus menyadari bahwa banyak orang sampai matinya pun mereka tidak pernah bisa percaya kepada Kristus Yesus yang adalah Tuhan. Ini karena mereka tidak memiliki iman tsb. Anugerah itu tidak pernah diberikan kepada mereka. Ingat akan tulisan saya yang pertama tentang anugerah dimana anugerah itu diberikan seperti hadiah, tidak tergantung kepada perbuatan orang. Maka dari itu jika diberi, kita memiliki iman, jika tidak diberi tidak memiliki iman. Jadi ketika kita melihat orang-orang yang menolak Tuhan Yesus Kristus, maka seharusnya kita bisa menyadari bahwa itu adalah tanda bahwa mereka tidak menerima anugerah itu. Bagaimana dengan anda?