Kristus

Dalam topik yang sebelumnya, kita sudah menyinggung sedikit tentang Yesus Kristus. Kita akan melihat lebih dalam lagi pada bagian ini tentang Kristus Yesus. Yesus adalah Allah 100% dan juga manusia 100%. Disinilah yang menjadi kesulitan bagi kebanyakan orang dimana kenyataan ini tidak bisa mereka terima. Untuk menerima Yesus sebagai manusia tidak begitu masalah karena memang Yesus yang adalah manusia memang pernah ada didalam catatan sejarah dan itu sudah dibuktikan. Tetapi untuk mengakui bahwa Yesus adalah Tuhan, ini yang menjadi persoalan. Ini memang tidak dapat diperdebatkan, karena untuk bisa mengakui bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan ini hanya merupakan suatu anugerah dan anugerah ini kenyataannya memang tidak diberikan kepada semua orang.

Yohanes 1:1 menyatakan “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.” Ayat pada awal Injil Yohanes ini menyatakan bahwa Yesus yang adalah Firman itu sendiri ada bersama-sama dengan Allah. Dan Firman itu adalah Allah. “Firman” disini ditulis dengan huruf besar untuk menyatakan bahwa Dia adalah Allah. Sendangkan Yohanes 1:14 menyatakan “Firman itu telah menjadi manusia dan diam diantara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang telah diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.” Firman yang adalah Allah itu kini menjadi manusia. Suatu proses yang disebut inkarnasi, dimana Allah mengosongkan diri-Nya (kenosis; κένωσις) menjadi manusia.

Yesus Kristus dikandung dari Roh Kudus dan dilahirkan oleh anak dara Maria. Melayani selama kurang lebih 3.5 tahun. Kemudian disalibkan, mati dan bangkit pada hari ketiga dari antara orang mati. Naik ke sorga dan mendapatkan kemuliaan-Nya. Suatu hidup yang sempurna tanpa dosa 1Petrus 2:22 “Ia tidak berbuat dosa…” Yang tidak berdosa ini kemudian mati disalibkan untuk menggantikan dosa-dosa kita.

Yesaya 53:7 “Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian…”. Anak Allah sendiri yang taat kepada Bapa-Nya, dengan rela menderita dan mati disalibkan untuk orang-orang yang tidak layak ini. Kenyataan ini sendiri adalah pernyataan kasih Allah yang berlimpah itu kepada kita. Tetapi pada saat yang sama, salib juga merupakan titik dimana murka Allah dicurahkan untuk menyatakan keadilan-Nya. Dan Yesus Kristuslah yang menjadi titik temu dari keduanya.

2Korintus 5:21 “Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.” Sebagai anak domba korban itu sendiri, Yesus Kristus tanpa dosa, dipersembahkan kepada Allah menjadi suatu korban menggantikan kita semua. Maka dari itu, ketika semua dosa sudah dilunasi, maka Yesus sebelum menyerahkan nyawa-Nya berkata “sudah selesai” (Yohanes 19:30A). Karya keselamatan Yesus ini dilakukan dengan sempurna sekali untuk selama-lamanya. “Dan karena kehendak-Nya inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus” (Ibr 10:10). Kita tidak perlu menambahkan apapun lagi untuk menyempurnakannya. Pekerjaan keselamatan ini sudah selesai. Dosa anda dan seya sudah dibayar lunas.

Tetapi tidak hanya sampai disitu saja, Kristus yang kemudian pada hari ketiga dibangkitkan dari antara orang mati dan naik ke sorga duduk disebelah kanan Allah Bapa yang mahakuasa. 1Kor 15:13-14 “Kalau tidak ada kebangkitan orang mati, maka Kristus juga tidak dibangkitkan. Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu.” Tanpa kebangkitan Kristus, maka kematian tidak dikalahkan. Untuk apa kita semua menjadi Kristen karena ujung-ujungnya kita juga akan binasa. Maka dengan kebangkitan, kemenangan akan maut dinyatakan. Maut sudah dikalahkan. Roma 6:9 “Karena kita tahu, bahwa Kristus, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, tidak mati lagi: maut tidak berkuasa lagi atas Dia.”

Kristus yang bangkit menyediakan hidup yang kekal kepada orang-orang yang percaya kepada-Nya. Roma 6:23 “Karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus Tuhan kita.” Dan untuk menutup bagian ini saya menggunakan satu ayat yang penting sekali di dalam ke-Kristenan yaitu Yohanes 3:16 “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” Karena itu, Kristus mengundang anda untuk menerima anugerah keselamatan ini didalam iman.