Manusia

Sejak Kejadian 3 manusia jatuh ke dalam dosa, terus berkelanjutan terus sampai sekarang dan tidak pernah dapat keluar dari kondisi ini. Ini bukan cuma masalah anda dan saya tetapi merupakan masalah seluruh dunia. Jika anda mau memikirkannya lebih dalam lagi, dosa manusia semakin lama semakin parah. Misalnya baru saja kejadian seorang ayah membunuh istri, 3 orang anaknya, dan mertuanya lalu tetap tinggal di rumah yang sama selama beberapa hari. Hal seperti ini mungkin tidak pernah dijumpai 10 atau 20 tahun yang lalu. Manusia semakin kreatif dalam berbuat kejahatan dan ‘level’ nya semakin meningkat juga. Kadang jaman ini tidak hanya orang dibunuh, tetapi caranya semakin sadis.

Roma 3:23 mengatakan “Semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah.” Alkitab menyatakan akan hal ini dan memang kenyataannya adalah demikian. Semua orang termasuk anda dan saya tidak ada yang terlepas. Sering saya mendengar orang berkata “anak-anak yang tidak berdosa”. Tidak ada anak yang tidak berdosa. Meskipun mereka masih anak-anak, dosa itu sudah ada didalam dirinya. Hanya karena mereka masih kecil, maka manifestasi dari dosa itu masih belum begitu mendapat perhatian. Ketika mereka merambat menjadi lebih dewasa maka manifestasi dosa akan perlahan-lahan keluar menjadi lebih jelas. Tidak bisa dibilang dari bayi tidak berdosa terus sampai umur tertentu misalnya 13, terus pada hari ulang tahunnya kemudian dia tiba-tiba menjadi orang berdosa. Tidak ada itu.

Bagi anda yang memiliki anak tentu akan mengalami hal seperti ini, anak saya dulu kok tidak seperti ini ya. Dosa itu sudah ada didalamnya, ibu dan bapak, hanya baru sekarang keluar menjadi nyata. Saya pernah melihat video 2 orang bayi rebutan dot yang cuma 1. Waktu bayi rebutan dot orang pada ketawa karena lucu. Tapi kalau sudah besar nanti rebutan warisan, siapa yang mau ketawa?

Manusia yang berdosa tidak bisa menyelamatkan dirinya sendiri. Apakah dengan perbuatan baik manusia bisa selamat? Tidak akan pernah bisa. Karena Allah adalah sempurna. Mat 5:48 “Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di Surga adalah sempurna.” Jika ada seratus perbuatan baik, satu saja yang kita luput maka semuanya tidak ada gunanya. Bagi Tuhan 99.99% tidak cukup, Dia mau 100%. Maka tidak ada yang bisa. Anda pasti berkata oh itu tidak masuk akal. Mana mungkin kita dituntut sampai demikian sempurna. Begini misalnya anda memiliki satu gelas susu murni yang baik dan sempurna. Lalu tiba-tiba susu tadi secara tidak sengaja tercampur dengan satu tetes air selokan yang anda tahu baunya itu. Satu tetes saja. Maukah anda tetap meminumnya? Maukah anda berikan susu itu kepada anak anda? Jika dilihat secara proporsi, saya tidak tahu, tetapi mungkin 99.99% susu murni. Ketika kita persembahkan diri kita kepada Tuhan dengan 99.99% “baik”, bagi Dia ini tetap adalah suatu kekejian. Sama seperti susu tadi ketika anda meminumnya maka tentu anda akan memuntahkannya. Karena itu adalah sesuatu kejijikan. Bagi Tuhan dosa kita yang cuma 0.01% itu juga adalah kejijikan.

Saya akan membahas definisi dosa pada tempat yang lain, tetapi agar lebih mudah dimengerti yang dimaksud dosa adalah ketika kita melanggar perintah Tuhan baik dalam perbuatan maupun pikiran. Jadi tidak usah benar-benar mencuri, ketika kita melihat sesuatu kepunyaan orang lain dan kita menginginkannya maka itu sudah dosa. Bukan ini saja, ketika kita mengetahui sesuatu yang baik tetapi kita tidak melakukannya maka itu juga dosa. Yakobus 4:17 “Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.” Ketika kita bangun tidur, terus masih bermalas-alasan itu saja sudah dosa pertama di hari itu. Lalu mana mungkin seseorang bisa 100% berbuat baik dan tidak berdosa agar supaya dapat diselamatkan?