Hidup Baru

Hidup baru adalah konsep yang penting di dalam ke-Kristenan dan sering kali disebut-sebut. Pengertian hidup baru sebenarnya cukup dalam tetapi akan saya coba bahas secara umum disini. Anda dapat juga melihat seri tentang Ordo Salutis dimana anda bisa melihat kaitannya yang lebih detail dengan keselamatan.

Secara umum dapat dikatakan bahwa seseorang memiliki “hidup baru” setelah dia menerima anugerah keselamatan. Semua manusia adalah berdosa dan mereka semua menuju kepada suatu kematian yang kekal. Di dalam keadaan berdosa, manusia diikat dan diperhambakan kepada dosa. Dia tidak akan memiliki kemampuan untuk bisa lepas dari dosa. Meskipun ketika manusia memiliki kehendak bebas sekalipun, ketika dia memilih, pilihannya adalah tetap dosa. Hanya beralih dari dosa yang satu kepada dosa yang lainnya, tidak ada kemungkinan untuk tidak berdosa. Sama seperti pilihan multiple choice pada ujian dimana semua pilihannya adalah salah, apapun yang dipilih tentu akan salah.

Untuk saya, Alkitab mengajarkan tentang hidup baru ini paling jelas di kitab Roma. Ketika kita melihat khususnya Roma 6, maka disitu Paulus mengajarkan bahwa ada dua macam kehidupan, yang lama dan yang baru. Kehidupan yang lama ketika kita menjadi hamba dosa dan kehidupan yang baru ketika kita menjadi hamba kebenaran. Rom 6:6 “Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa.” Ketika anugerah itu diberikan maka kita yang sekarang percaya dan berada di dalam Kristus, maka seperti Rom 6:4 mengatakan “…demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.” Manusia kita yang lama sudah mati disalibkan bersama-sama dengan Kristus, dan sama seperti Kristus kita dibangkitkan dari mati dan diberikan suatu hidup yang baru (baca Rom 6:5).

Pada kitab Galatia 20 ayatnya yang ke-20, Paulus mengatakan “namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku…” Jadi ketika kita di dalam Kristus, maka kita akan hidup di dalam hidup yang baru. Bukan aku yang lama lagi yang hidup di dalam aku, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Bukan dosa lagi yang berkuasa, tetapi kebenaran yang berkuasa. Penting sekali diingat bahwa dosa sama sekali tidak hilang total ketika kita menerima Kristus. Dosa masih tetap ada, hanya saja sekarang dosa sudah tidak memiliki kuasa lagi. Bukan berarti orang Kristen tidak bisa berdosa lagi, tetapi perbedaannya adalah ketika orang Kristen sejati jatuh ke dalam dosa, maka dia akan meratap dan akan bertobat. Dimana diluar ke-Kristenan, orang dengan sangat enteng berdosa dan merasa dia sudah benar. Ketika dahulu dia tidak memiliki pilihan untuk menjadi benar, sekarang di dalam Kristus, pilihan itu ada padanya.

Yesus Kristus sendiri di Injil Yohanes pernah berkata kepada Nikodemus demikian “Yesus menjawab, kata-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seseorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah” (Yoh 3:3). Tidak ada orang yang menjadi bagian dari Kerajaan Allah tanpa ada kelahiran kembali. Ini adalah syarat mutlak. Didalam ilmu ketatanegaraan, ini sama seperti perpindahan warga negara dari kerajaan dunia ke dalam Kerajaan Allah. Hak istimewa ini hanya diberikan oleh Allah yang empunya Kerajaan itu sendiri. Sama juga dengan tidak bisa seenaknya orang menjadi warga negara Indonesia. Bisa saja dia mengaku dirinya adalah WNI, dia bisa ‘meniru’ untuk hidup (berbuat) seperti orang Indonesia, bahkan dia bisa berbahasa Indonesia sekalipun, itu tidak menjadikannya secara otomatis WNI. Tidak ada perbuatan manusia apapun saja yang menjadikannya layak untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Ini hanyalah anugerah yang diberikan berdasarkan kedaulatan Allah di dalam kekekalan. Soli Deo Gloria.