Dipisahkan Untuk Kemuliaan Tuhan

“Sebab oleh satu korban saja Ia telah menyempurnakan untuk selama-lamanya mereka yang Ia kuduskan” (Ibr 10:14). Pengertian yang umum dari dikuduskan adalah kita sebagai orang-orang pilihan dikuduskan dalam Kristus Yesus oleh Roh Kudus. Ini dilakukan dengan cara Dia menaklukkan kedagingan kita, dosa kita, memberikan kepada kita anugerah-Nya, dan memimpin kita ke jalan Tuhan melalui iman. Tetapi dikuduskan juga memberikan arti lain kepada kita, meskipun juga tetap berkaitan dengan yang tadi. Dikuduskan berarti kita dipisahkan dari yang lainnya untuk dijadikan kudus untuk suatu pelayanan pekerjaan Tuhan. Alkitab mengajarkan kita demikian.

Ini jelas sekali pada Perjanjian Lama, khususnya Taurat Musa yang berkenaan dengan tata ibadah Israel. Didalam tata ibadah Israel, ada beberapa perkakas emas dan perak yang Tuhan tentukan untuk dipakai didalam ibadah. Perkakas ini kemudian dipisahkan dari yang lainnya dan dijadikan kudus oleh percikan darah korban. Ini adalah perkakas yang sama yang dipakai oleh Belsyazar untuk minum-minum dan kemudian Tuhan marah dan membunuhnya (Dan 5:2-4). Sama seperti kejadian ini, dimata orang-orang pada umumnya, perkakas ini kelihatannya ya seperti perkakas lainnya yang ada. Mungkin tidak ada bedanya dimata mereka. Tetapi sangat beda dimata Tuhan karena mereka sudah dikuduskan, menjadi beda dengan yang lainnya. Bukan karena mereka lebih hebat daripada yang lain, tetapi karena Tuhan mengambil dan memisahkan mereka untuk hanya dipakai didalam pelayanan Tuhan. Paulus juga memberikan ilustrasi yang jelas juga di 2Tim 2:21 “Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia.” Mereka dibuat-Nya untuk tujuan dipakai seluruhnya, hanya, dan secara menyeluruh untuk Dia. Seperti juga orang-orang Lewi. Mereka juga dipisahkan dari ke-11 suku yang lainnya. Dikuduskan oleh Tuhan untuk melakukan pekerjaan pelayanan Bait Allah. Dari para Lewi ada dipisahkan lagi yaitu para imam. Dari para imam dipisahkan satu orang yang memegang jabatan imam besar. Hanya orang ini yang boleh masuk ke dalam ruang mahakudus sekali dalam satu tahun.

Perkakas bait Allah dan para imam disucikan dengan darah korban. Darah dari korban yang kemudian dipercikkan pada orang tersebut, pada perkakas tersebut. Ibr 9:22 “Dan hampir segala sesuatu disucikan menurut Taurat dengan darah, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan.” Tetapi begitu ia keluar dari ruang mahasuci, dia berbuat dosa lagi, perlu korban lagi, perlu darah lagi. Tetapi Kristus Yesus yang adalah korban paling utama, satu korban saja, Ia telah menyucikan untuk selama-lamanya mereka yang Ia kuduskan. Darah Kristus sudah dicurahkan untuk menebus dosa kita sekali untuk selamanya, menguduskan kita untuk selamanya, sehingga kita dapat melakukan pelayanan bagi Allah selamanya.

Menyambung Rom 12:1 tadi, pelayanan kita kepada Allah mencakup seluruh aspek kehidupan kita. Dalam keluarga kita melayani anak dan istri kita. Dalam gereja kita melayani. Dalam pekerjaan kita juga melayani. Dalam kehidupan sosial kita juga melayani. Prinsipnya sama yaitu harus secara utuh. Jadi jika kita melihat orang yang begitu sibuk di gereja tapi tidak mau tahu tentang keluarganya maka itu bukan pelayanan, dan sebaliknya. Pelayanan di keluarga misalnya jika anda laki-laki, jadilah imam, seseorang yang menjadi perwakilan Tuhan dalam keluarga memimpin, mengasihi, mengajar firman, dan mendoakan keluarga anda. Jika anda seorang istri, jadilah penolong yang sepadan bagi suami anda. Takluk dan hormatilah dia. Di gereja, ketika Tuhan memberikan beban sesuai dengan talenta anda, maka kerjakanlah. Dalam pekerjaan, kerjakanlah segala sesuatunya untuk memuliakan Tuhan. Tunjukkanlah kepada rekan-rekan anda Kristus itu seperti apa. Jadilah saksi mengabarkan Injil damai sejahtera kepada orang-orang disekitar anda. Tolonglah saudara-saudara disekitar anda yang membutuhkan. Ini semua adalah pelayanan. Kehidupan yang memberikan sesuatu kepada orang lain. Mengasihi orang lain. Membawa mereka kembali kepada Tuhan. Dan masih banyak yang lain karena pelayanan tidak akan pernah kurang, pekerjanya yang kurang. Yesus sendiri berkata “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu” (Luk 10:2). Lakukanlah apa yang Tuhan sudah berikan kepada anda dan saya menurut iman.

Setelah hidup kita dibenarkan dan disucikan Tuhan, maka sekarang kita bisa benar-benar melayani seperti Tuhan Yesus melayani. Tanpa itu, apapun pelayanan yang diberikan itu tidak berkenan dihadapan Tuhan. Seperti Nadab dan Abihu anak-anak Harun yang membawa api asing dan mempersembahkannya kepada Tuhan (Ima 10:1-2). Tuhan marah dan membunuh mereka seketika. Sekiranya kita waspada akan hal ini. Untuk tidak mendahului Tuhan. Mudah sekali kita untuk jatuh didalam hal ini. Karena pelayanan biasanya diasosiasikan dengan sesuatu yang baik. Jika mencuri itu kan sudah jelas dosa. Bagi Tuhan baik saja itu tidak cukup. Harus dengan cara yang benar.

Saya berharap dengan sedikit sharing ini kita semua terus diingatkan untuk menghormati kekudusan Tuhan, menyadari kasih-Nya yang begitu besar mengadopsi kita sebagai anak-anak-Nya, menyelamatkan kita orang-orang yang sudah seharusnya mati, dan menguduskan kita. Selama masih ada nafas, maka kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu, jiwamu, akal budimu, kekuatanmu. Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Layanilah Tuhan dan sesamamu manusia dengan kasih. Soli Deo Gloria.

Daftar isi Dipanggil untuk Dikuduskan

  1. Pendahuluan
  2. Kudus Adalah Atribut Allah
  3. Hubungan Antara Keselamatan Dan Pengudusan
  4. Manusia Lama Dan Manusia Baru
  5. Sisa Dosa
  6. Mematikan Dosa
  7. Pengenalan Akan Allah
  8. Hukum Agama Dan Kesucian
  9. Hidup Kudus
  10. Dipisahkan Untuk Kemuliaan Tuhan