Hidup Kudus

Rom 12:1 “…supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.”Paulus dengan tepat disini mengkaitkan antara hidup kudus sebagai suatu persembahan kepada Allah dan juga menghubungkannya dengan konsep ibadah. Persembahan biasanya adalah suatu korban yang harus dimatikan, tetapi didalam hal ini persembahannya dalam keadaan hidup. Kristus yang sudah mati, ada didalam kita, menyucikan kita, memampukan kita untuk dapat mempersembahkan tubuh kita yang hidup kepada Allah. Konsep yang sama dengan seorang imam Israel yang ketika hadir didalam ruang maha suci bait Allah, haruslah dalam keadaan suci oleh karena darah korban yang dicurahkan. Tetapi kita memiliki korban yang sempurna yaitu Kristus Yesus sendiri yang darah-Nya sudah dicurahkan sehingga kita dapat masuk ke hadirat Allah, mempersembahkan hidup kita untuk kemuliaan Allah. 1Kor 6:20 “…Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu.”

Kita yang sudah dipisahkan oleh Tuhan untuk menjadi orang-orang sucinya Tuhan harus terus menjaga kesucian itu, “…Kejarlah kekudusan…” (Ibr 12:14). Memang adalah pekerjaan Tuhan menyucikan kita, tetapi manusia juga dituntut untuk bekerja sama didalam prosesnya. Tetapi selalu ingat perbuatan manusia disini adalah respon terhadap takut akan Tuhan, bukan respon terhadap hukum. Tuhan tidak membuat kita sebagai robot, disucikan terus kita sudah tidak perlu berbuat apa-apa lagi. Kehendak bebas manusia masih Tuhan pelihara dimana manusia masih bisa menentukan pilihannya. Rom 12:1 dimulai dengan kata “karena itu”. Ini adalah suatu perintah untuk mengerjakan sesuatu sebagai respon dari pekerjaan keselamatan Kristus Yesus yang sudah dijelaskan oleh Paulus pada Roma pasal 1-11. Kita sudah mendapatkan segala anugerah itu, “karena itu” perbuatlah demikian. Yaitu persembahkanlah tubuhmu sebagai persembahan yang hidup yang kudus dan berkenan kepada Allah.

Hidup kudus harus mencakup segala aspek kehidupan manusia secara utuh. Didalam apapun saja yang kita pikirkan, rasakan, inginkan, katakan, kerjakan, segalanya harus kudus. Sampai dari menyiram tanaman, masak, kerja, olah raga, mandi, makan, minum, segalanya harus kudus. Jangan ada dosa. Apa maksudnya? Jika kerja, usahakanlah semuanya yang terbaik untuk kemuliaan Tuhan. Bukan kalau ada boss kita rajin, boss pulang kita pesta. Kalau kita makan, makanlah secukupnya, makan untuk hidup. Tidak perlu untuk makan sate saja harus pergi ke luar kota. Kalau lagi ditraktir orang, makan minumlah secukupnya, pilih paling murah. Jangan mumpung tidak bayar terus kita lampiaskan nafsu kita. Jika ada orang yang menyalahi kita, dicurangi, merugikan kita, menghina, mengfitnah, membohongi, bahkan mungkin menyakiti, tidak perlu kita marah. Mereka toh tidak tahu apa yang mereka kerjakan. Sangkal diri, pikul salib. Ampuni. Doakan.

Ini semua adalah keputusan kita untuk menentukannya. Tuhan tidak pernah memaksa. Tetapi jika kita sudah memiliki Roh Kudus, tetap dengan keinginan kita sendiri kita akan memilih untuk hidup suci. Kehidupan seperti inilah akan merefleksikan Kristus Yesus yang ada didalam kita. Orang lain melihat kita maka dia melihat Kristus. Jika kita mengaku kita anak Allah, maka dia akan tahu oh anak Allah itu seperti ini. Siapa yang mendapat kemuliaan, tentunya Allah. Dengan tubuh kita memuliakan Allah. Banyak orang mengaku dia anaknya Allah, tetapi kelakuannya bertentangan. Inilah yang Yakobus nyatakan di Yak 2:17 “…jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.” Keselamatan bukan bergantung kepada perbuatan manusia, tetapi orang-orang yang sudah disucikan, maka perbuatannya akan mencerminkan imannya. Iman menjadi landasan untuk mengerjakan.

Yak 1:14-15 “Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa….” Manusia hidup dipenuhi dengan segala keinginan dagingnya yang terus menerus menuntut pemuasan dan pada saat yang sama menarik kita ke arah kedagingan yang melahirkan dosa. Kristus berkata sangkal diri, pikul salib, ikut Aku (Mat 16:24). Ketika keinginan pribadi mati, maka pribadi yang kudus akan hidup. Ini kita harus kerjakan setiap saat dengan tekun. Ini adalah bagian dari manusia dalam proses pengudusan. Seperti Paulus berkata di Fil 2:12 “…kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar…”. Keselamatan yang Tuhan sudah berikan tidak untuk disimpan dalam lemari, tetapi sekarang Tuhan sudah memberikan kita modal yang memampukan kita untuk hidup kudus, maka kerjakanlah dengan takut dan gentar.

Ini adalah konsep ibadah yang sejati dimana kita memakai tubuh kita, yang sudah disucikan melalui pekerjaan Tuhan dan juga pekerjaan kita, mempersembahkannya itu kepada Tuhan sebagai suatu persembahan yang hidup, yang kudus, yang membuat Tuhan berkenan. Inilah ibadah yang sesungguhnya. Tentunya ibadah hari minggu adalah suatu keharusan, tetapi Paulus mau mengajarkan bahwa jangan beribadah itu cuma satu minggu sekali. Melainkan beribadahlah setiap hari setiap jam memuliakan Tuhan dengan mempersembahkan hidup kita secara utuh didalam kesucian.

Daftar isi Dipanggil untuk Dikuduskan

  1. Pendahuluan
  2. Kudus Adalah Atribut Allah
  3. Hubungan Antara Keselamatan Dan Pengudusan
  4. Manusia Lama Dan Manusia Baru
  5. Sisa Dosa
  6. Mematikan Dosa
  7. Pengenalan Akan Allah
  8. Hukum Agama Dan Kesucian
  9. Hidup Kudus
  10. Dipisahkan Untuk Kemuliaan Tuhan