Hubungan Antara Keselamatan Dan Pengudusan

Pembenaran (justification) dan pengudusan (sanctification) berhubungan sangat erat sekali. Tetapi keduanya dapat dipisahkan dan dibedakan secara naturnya. Pembenaran karena iman membuat seseorang berdosa, secara status berdasarkan kebenaran Kristus Yesus, semua tuntutan hukumnya sudah dipenuhi. Pembenaran hanya terjadi sekali dan tidak mempengaruhi kehidupan praktis orang tsb. karena ini hanya statusnya yang dibenarkan. Kehidupan praktis orang tsb. yang mengaplikasikan kebenaran disebut penyucian. Penyucian adalah suatu proses yang mengubah orang berdosa menjadi suci secara bertahap, jadi ada suatu pertumbuhan. Penyucian mengikuti pembenaran. Orang yang sudah dibenarkan maka dengan sendirinya dia akan menyucikan dirinya. Bertumbuh menjadi serupa Kristus Yesus. Pembenaran tidak dapat dipisahkan dengan penyucian. Tidak ada penyucian jika tidak ada pembenaran. Tidak bisa seseorang dengan keinginannya sendiri mau hidup suci dan dia akan menjadi orang-orang kudusnya Allah. Orang seperti ini menciptakan aturannya sendiri dan menghidupinya tetapi dia akan tidak pernah bisa menjadi suci tanpa pembenaran dari Allah.

Pembenaran juga berkaitan dengan doktrin yang disebut kelahiran baru. Yesus sendiri berkata didalam konteks Nikodemus di Yoh 3:3 “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah”. Lahir baru pada dasarnya adalah suatu kehidupan yang baru dimana seseorang yang sudah ditebus akan meninggalkan kehidupannya yang lama dan sekarang memiliki suatu kehidupan yang baru. Paulus menjelaskannya di Roma dengan memakai istilah “manusia lama” dan kehidupan yang baru. Kelahiran baru berkaitan juga dengan kesadaran akan dosa dan pertobatan. Didalam proses keselamatan ini, maka Roh Kudus yang Tuhan berikan kepada kita akan membuat kita manusia berdosa yang dahulunya terbius didalam dosa, sekarang kita akan memiliki suatu kesadaran bahwa kita adalah orang berdosa. Seseorang dapat berdosa seperti apapun saja jikalau ia tidak memiliki kesadaran ini maka ia tidak akan pernah tahu bahwa yang dikerjakannya adalah dosa. Yes 6:5 Yesaya menyadari keberadaannya yang berdosa “Lalu kataku: “Celakalah aku! aku binasa!” Ini adalah respon yang tepat oleh seseorang yang menyadari keberdosaannya dihadapan Tuhan yang suci. Dan tentunya sebagai respon selanjutnya adalah pertobatan, mengakuti dosa-dosa kita, memohon belas kasihan pengampunan Tuhan, dan kita sekarang berbalik arah dan meninggalkan segala dosa tsb.

Pertobatan dan pengampunan dosa adalah sesuatu yang tidak dapat dipisahkan. Kita sadar ketika kita bertobat maka Tuhan mengampuni. Tidak ada orang percaya yang bertobat jika dia menyadari bahwa dia tidak mungkin diampuni. Sebaliknya, tidak ada pengampunan tanpa pertobatan. Ini adalah konsep penting, karena jika seorang pendosa tidak pernah bertobat, tidak ada dosa yang diampuni. Pengertian ini menarik suatu garis lurus yang memisahkan antara orang-orang yang benar-benar bertobat dan yang tidak. Karena saya melihat banyak sekali orang yang mengaku dirinya Kristen tetapi tidak pernah didalam kehidupannya tidak ada tanda-tanda pertobatan. Tuhan menjanjikan ketika kita bertobat dan meninggalkan dosa-dosa kita dan dengan iman menerima kasih karunia yang disediakan didalam Kristus Yesus, maka Tuhan yang setia akan mengampuni dosa kita dan membersihkan kita dari segala kejahatan (1Yoh 1:9).

Iman memiliki peranan yang kunci didalam pengudusan. Sama seperti pembenaran, iman adalah merupakan sarana atau pengantara yang menyebabkan penyucian. Melalui iman kita dikaitkan dengan Tuhan. Melalui iman Tuhan mengalirkan segala anugerah-Nya yang berlimpah itu kepada kita. Melalui iman kepada Kristus Yesus kita diselamatkan. Iman pada dirinya sendiri tidak menyelamatkan. Iman adalah sarana dimana kasih karunia keselamatan itu bisa sampai ke kita. Melalui iman juga kita disucikan. Meskipun kurang tepat tetapi ilustrasi berikut bisa dipakai untuk menjelaskan iman. Seperti air yang mengalir dari sumber mata air menuju ke sebuah rumah maka diperlukan pipa untuk mengalirkan air tsb. Sumber mata air adalah Tuhan. Pipa adalah iman. Air adalah anugerah. Rumah adalah manusia. Yang menyelamatkan manusia itu air, bukan pipanya. Pipa hanyalah sarana untuk mengalirkan air. Ef 2:8 “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman.”

Iman dan pertobatan berkaitan sangat erat. Kita bertobat mengikuti ukuran iman kita. Semakin kita bertumbuh didalam relasi kita dengan Kristus Yesus, betul-betul dapat menikmati suatu persekutuan yang indah dengan-Nya, maka kita akan semakin membenci dosa dan kita akan mau terus menerus bertobat. Tetapi juga setiap kali kita menyadari bahwa kita adalah pendosa besar dan Kristus selalu mau mengampuni maka ini akan membuat kita semakin mengasihi Kristus. Ini mirip dengan perumpamaan dua orang yang berhutang 500 dan 50 dinar yang kemudian hutang keduanya dihapus (Luk 7:41-43). Orang yang lebih banyak dihapuskan hutangnya pasti akan lebih mengasihi. Semakin kita bertumbuh didalam iman, kesadaran akan dosa kita akan bertumbuh juga. Dan ketika kita sadar bahwa dosa yang besar ini diampuni, maka kita akan semakin mengasihi Kristus. “Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya” (Mat 13:12).

Daftar isi Dipanggil untuk Dikuduskan

  1. Pendahuluan
  2. Kudus Adalah Atribut Allah
  3. Hubungan Antara Keselamatan Dan Pengudusan
  4. Manusia Lama Dan Manusia Baru
  5. Sisa Dosa
  6. Mematikan Dosa
  7. Pengenalan Akan Allah
  8. Hukum Agama Dan Kesucian
  9. Hidup Kudus
  10. Dipisahkan Untuk Kemuliaan Tuhan