Hukum Agama Dan Kesucian

Kristus taat “karena Dia adalah Anak”, bukan “Dia taat karena mau menjadi Anak”. Anda bisa lihat perbedaannya. Dia melakukannya karena Dia sudah mendapatkannya (status anak), bukan melakukan untuk mendapatkannya. Sama untuk kita juga, kita sudah dibenarkan, secara status diangkat menjadi anak Allah, maka respon sebagai anak kita akan taat, hidup suci. Tetapi semua agama di dunia melihatnya terbalik. Jika engkau mau masuk surga, maka engkau harus berbuat ini itu. Ini yang menjadi masalah agama dunia dimana mereka bingung akan hukum-hukumnya, berusaha untuk melakukannya, mereka pikir dengan ini maka akan menjadi orang-orang suci. Semua orang yang melakukan perbuatan-perbuatan agamawis sebaik sehebat apapun tidak akan pernah sampai kepada Bapa.

Taurat diberikan kepada Israel. Mereka berusaha keras untuk mentaatinya. Tetapi kita tahu bahwa sebagian besar dari Israel yang dengan ketat menjalankan Taurat itu tidak mendapatkan kebenaran. Rom 9:31 “Tetapi: bahwa Israel, sungguhpun mengejar hukum yang akan mendatangkan kebenaran, tidaklah sampai kepada hukum itu.” Mereka tidak benar-benar bisa menjalankannya karena pendekatannya salah. Yang mereka dapatkan hanya perasaan bahwa mereka sudah sampai kepada kebenaran itu, tetapi kenyataannya tidak. Apa yang dihasilkan? Orang-orang Farisi, ahli Taurat, dan semua jenis kemunafikan yang pada akhirnya mereka menyalibkan Kristus Yesus. Ketaatan yang seperti ini adalah ketaatan yang palsu dan tidak ada gunanya. Mungkin bila dilihat secara fenomena maka hidup orang ini mungkin kelihatan baik, tetapi jika kita melihat hati, maka orang aslinya akan kelihatan. Seperti Tuhan Yesus yang berkata di Mat 23:27 “Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu sama seperti kuburan yang dilabur putih, yang sebelah luarnya memang bersih tampaknya, tetapi yang sebelah dalamnya penuh tulang belulang dan pelbagai jenis kotoran.”

Hukum tidak pernah bisa menyelamatkan manusia. Rom 3:20 “sebab tidak seorang pun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat, karena justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa.” Hukum tidak akan pernah bisa merubah hati. Hukum hanya menunjukkan dosa tetapi tidak dapat menyelesaikannya. Jika seseorang dapat menjalankan segala macam hukumpun, itu hanya tampak luarnya saja secara fenomena. Sedangkan hati orang tsb. tetap tidak pernah berubah. Kita bisa melihatnya akan ada suatu waktu dimana kebusukan itu akan keluar. Orang biasanya mengatakan oh dia itu khilaf. Tidak ada khilaf, itu adalah hanyalah kenyataan siapa dia sebenarnya ketika topeng itu dibuka. Perlu diperhatikan bahwa ini bukan selalu semua orang yang demikian memang bermaksud untuk menjadi munafik supaya dilihat orang dia bisa bermegah. Banyak sekali kejadian dimana seseorang itu benar-benar tulus mau menjalankan hukum, tetapi jika tanpa melalui pengenalan akan Kristus Yesus, maka tetap ia akan mengalami masalah ini. Karena ini sering juga terjadi didalam ke-Kristenan sendiri dimana seseorang melihat firman dan dia dengan tulus mau mentaatinya, tetapi tanpa anugerah maka ketaatan seperti ini tidak menyelamatkan.

Ketaatan adalah anugerah yang diberikan ketika kita diangkat menjadi anak. Tuhan menghendaki anak-anak-Nya untuk taat. 1Yoh 2:3-4 “Dan inilah tandanya, bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya. Barangsiapa berkata: Aku mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran.” Ayat-ayat ini sudah berkata dengan sendirinya. Memang Tuhan menghendaki kita untuk taat, tetapi itu haruslah ketaatan yang dihasilkan dari takut akan Tuhan, bukan semata-mata ketaatan terhadap hukum. Motifasi disini penting sekali dan akan menunjukkan ketaatan jenis apa yang kita miliki. Ketika kita taat, apakah itu karena kita mengasihi Tuhan? Atau apakah itu karena mengasihi diri? Mengasihi diri karena kita takut diri kita dihukum oleh Tuhan jika tidak mengerjakannya, diberi kesulitan, atau malahan bisa-bisa dicoret nama kita dari buku kehidupan itu.

Kesimpulannya demikian. Allah memberikan hukum-Nya. Jika kita melihat hukum itu dan berespon terhadap hukum itu melalui ketaatan, maka kita tidak akan sampai kepada Allah. Yang benar adalah kita melihat kepada Kristus Yesus, mengenal Dia, takut akan Dia, mengasihi-Nya, memiliki suatu kehidupan yang bergaul dengan Dia (union with Christ), ini semua baru akan menghasilkan suatu respon yang benar melalui iman. Meskipun belum sempurna, tetapi kehidupan seperti ini akan merefleksikan Kristus dari dalam diri kita. Orang-orang bisa mulai melihat anak-anak Tuhan yang sesungguhnya. Adik-adik dari Kristus yang berjalan mengikuti saudaranya yang sulung. Hanya dengan ini Taurat itu dapat digenapi dalam diri kita. “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya” (Mat 5:17). Kita hanya bisa melakukan Taurat didalam Kristus.

Daftar isi Dipanggil untuk Dikuduskan

  1. Pendahuluan
  2. Kudus Adalah Atribut Allah
  3. Hubungan Antara Keselamatan Dan Pengudusan
  4. Manusia Lama Dan Manusia Baru
  5. Sisa Dosa
  6. Mematikan Dosa
  7. Pengenalan Akan Allah
  8. Hukum Agama Dan Kesucian
  9. Hidup Kudus
  10. Dipisahkan Untuk Kemuliaan Tuhan