Mematikan Dosa

Orang-orang kudusnya Allah harus mematikan dosa. Jika kita sudah memberikan hati kita sepenuhnya kepada Tuhan, maka dosa sudah tidak boleh lagi ada. Meskipun kita akan jatuh ke dalam dosa lagi, tetapi paling tidak kita harus sudah memiliki kemauan yang kuat untuk mematikannya. Meskipun kadang didalam prakteknya susah. Tetapi kita harus selalu ingat bahwa kita sekarang sudah bukan hamba dosa lagi melainkan adalah hamba Tuhan. Dan selalu ingat pengudusan itu adalah dari Tuhan. Kita tidak bisa menguduskan diri kita sendiri meskipun kita mau pun. Ini adalah anugerah yang hanya Tuhan yang bisa berikan. Ketika Dia memulai sesuatu tentu Dia akan memeliharanya. Dia akan memberikan kekuatan.

Dosa harus benar-benar dimatikan, dicabut sampai ke akar-akarnya. Bukan cuma ditutupi atau kita masukkan dalam lemari dan berharap menyelesaikannya di waktu yang akan datang. Dosa sekecil apapun jika dipelihara akan menjalar seperti api, seperti sel kanker. Harus dimatikan sekarang dan segera. Ada beberapa kejadian dimana seseorang sudah benar-benar mau mematikan dosa-dosanya. Tetapi masih ada satu dosa yang dia masih belum mau sentuh, belum mau mematikannya. Dosa yang dipelihara sama seperti suatu hewan peliharaan (pet sin). Saya sudah mematikan semuanya Tuhan, tetapi yang satu ini nanti dulu ya Tuhan, saya masih suka. Saya kan sudah memberikan semuanya, disimpan satu kan ok. Sekecil apapun dosa jika disimpan, sewaktu-waktu dia akan keluar dan menguasai kita. Dosa itu sama seperti api, hanya perlu dimulai dengan bara kecil, dia akan dapat membakar kota.

Kita lihat dari cerita raja Daud. Di 2Sam 11:1-27, diceritakan kejadian dimana yang seharusnya Daud berangkat pergi untuk berperang, tetapi dia memilih untuk tetap tinggal di Yerusalem. Mau dikatakan malas rasanya terlalu keras, tetapi saat dimana dia seharusnya bekerja dia memilih untuk santai. Ah Tuhan saya kan sudah bekerja keras untuk Tuhan dari sejak muda. Santai sedikit kan boleh. Tetapi apa akibatnya? Didalam kesantaiannya itu, dia mendapat kesempatan untuk melihat seorang perempuan mandi. Sering kali orang mengatakan, ah itu biasa. Tetapi lihat bagaimana dosa yang kecil, merembet terus, sama seperti api, menjadi lebih besar. Sekarang Daud memasuki tahap berikutnya yaitu berzinah. Suatu kejahatan serius dimasa Perjanjian Lama yang bisa mengakibatkan seseorang dirajam batu sampai mati. Tidak berhenti sampai disitu. Karena Batsyeba kemudian hamil, dia berencana untuk membuat seolah-olah ini adalah karena suaminya sendiri. Tidak berhasil disitu, kemudian dia berencana dan berhasil membunuh Uria, suami Batsyeba, dengan menggunakan cara yang licik.

Dari malas sampai akhirnya membunuh. Apa akibatnya? Empat anaknya harus mati. Dari sesuatu yang kecil yang kadang sangat remeh yang kita tidak perhatikan. Seperti malas itu kan sesuatu yang remeh. Jika kita pikirkan toh tidak juga mencelakakan orang lain. Tetapi bila itu dibiarkan, maka akan menembus masuk ke dalam benteng pertahanan kita dan menghancurkan segala sesuatunya dari dalam kita sendiri. Bukan dari luar. Dosa harus benar-benar dimatikan. Jangan cuma ditinggalkan, dilupakan, ditutupi, dialihkan. Harus dimatikan sampai ke akar-akarnya. Sama seperti tanaman liar yang tumbuh di rumput, jika kita cabut atasnya saja dan membiarkan akarnya, tidak lama lagi dia akan tumbuh lagi. Kita harus mematikannya sampai jika kita melihat atau memikirkan dosa itu lagi kita bisa merasa jijik.

Rom 8:13 “Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.” Paulus didalam Rom 6:6 memakai istilah “manusia lama” sebagai diri kita dulu yang berdosa. “Manusia lama” harus dimatikan. Paulus memakai istilah “disalibkan”. Yang dimatikan yaitu kekuatannya, kehidupannya, energinya, kemampuannya untuk mempengaruhi, semuanya ini harus dimatikan oleh Roh. “Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa” (Rom 6:6). Dan sekarang “sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru” (Rom 6:4). Manusia lama mati, dibangkitkan, sekarang kita menjadi manusia baru di dalam Kristus, hidup baru. Memiliki prinsip-prinsip hidup yang sama sekali berlawanan dengan manusia lama. Ini adalah kewajiban kita sebagai orang-orang yang memiliki hidup baru, yaitu untuk secara aktif dan terus-menerus mematikan dosa yang masih sisa selama kita masih hidup di dunia ini sehingga ia tidak memiliki hidup dan kekuatan untuk menghasilkan keinginan daging.

Daftar isi Dipanggil untuk Dikuduskan

  1. Pendahuluan
  2. Kudus Adalah Atribut Allah
  3. Hubungan Antara Keselamatan Dan Pengudusan
  4. Manusia Lama Dan Manusia Baru
  5. Sisa Dosa
  6. Mematikan Dosa
  7. Pengenalan Akan Allah
  8. Hukum Agama Dan Kesucian
  9. Hidup Kudus
  10. Dipisahkan Untuk Kemuliaan Tuhan