Pengenalan Akan Allah

Pengenalan akan Allah adalah anugerah yang oleh Allah diberikan melalui Anak-Nya Kristus Yesus. Dia adalah jalan satu-satunya kita bisa datang kepada Bapa. Hanya didalam Kristus Yesus kita dapat melihat Bapa, mengenal Bapa. Yoh 14:9 “…barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa.” Allah Bapa yang transenden tidak dapat dicapai oleh manusia yang serba terbatas. Hanya Allah Anak yang dengan rela inkarnasi turun ke dunia menjadi manusia. Merendahkan, mengosongkan diri-Nya sementara menjadi manusia, meskipun tidak berdosa. Firman yang menjadi daging. Ini adalah titik puncak pemwahyuan Allah didalam menyatakan diri-Nya. Agar manusia berdosa sekarang beroleh kesempatan untuk dapat mengenal Allah yang kekal itu, melalui Yesus Kristus. Pengenalan akan Allah adalah anugerah dimana Allah mengaruniakan Roh Kudus untuk memampukan orang tsb. percaya kepada Kristus Yesus. Tanpa Roh Kudus, tidak ada orang yang dapat mengenal-Nya.

Takut akan Allah dihasilkan dari pengenalan akan Allah yang sejati. Ketika kita tidak mengenal Allah seperti kebanyakan orang yang hanya tahu bahwa Tuhan itu ada, tetapi mereka tidak benar-benar mengenal Allah yang sejati, maka tidak akan ada kegentaran terhadap Allah, tidak akan ada mengasihi Allah. Ini sama seperti yang dinyatakan di Rom 1. Orang-orang tahu bahwa Tuhan itu ada, tetapi mereka tidak mengenalnya. Tidak memiliki suatu relasi yang intim. Saya tahu Jokowi, tetapi saya tidak mengenalnya secara pribadi dan tidak memiliki relasi dengannya. Kata mengenal atau “know” didalam Alkitab diartikan sebagai suatu hubungan yang intim. Kata yang sama dipakai untuk menjelaskan hubungan intim suami istri (Kej 4:1).

Hubungan yang intim dengan Tuhan dapat dilihat pada semua orang-orang yang dipakai Tuhan didalam Alkitab. Coba anda perhatikan satu-satu, Abraham, Musa, Daud, Daniel, Elia, dsb. semuanya hidup dan bergaul dengan Allah. Ini adalah orang-orang yang dapat mengatakan “sebab lebih baik satu hari di pelataran-Mu dari pada seribu hari di tempat lain; lebih baik berdiri di ambang pintu rumah Allahku dari pada diam di kemah-kemah orang fasik” (Mzm 84:11). Orang yang bergaul dengan Allah mengenal Allah. Pengenalan akan Allah akan menghasilkan takut akan Tuhan. Takut akan Tuhan ini disebabkan karena dia sekarang dapat melihat dengan jelas siapa Allah itu sebenarnya, bagaimana keberadaan-Nya yang kudus, kedaulatan-Nya, kehendak-Nya, kemuliaan-Nya, rencana-Nya, dan masih banyak atribut-atribut yang lain. Tetapi yang dengan jelas kita dapat mengerti adalah betapa besar kasih-Nya akan kita orang-orang pilihan-Nya ini dimana Dia rela menyediakan Anak-Nya yang tunggal untuk mati dan menjadikan kita orang benar. Orang-orang yang sama sekali tidak layak, yang sudah seharusnya menerima murka Tuhan didalam kekekalan, tetapi Dia malah mau mengangkat kita dari kubangan dosa. Bukan hanya diangkat, tetapi Dia mengadopsi kita menjadi anak-anak-Nya, “dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah…” (Rom 8:17).

Takut akan Allah pada orang percaya akan memampukan orang tsb. berespon dengan benar. Karena takut akan Allah maka orang ini akan diubah pemikirannya, emosinya, kehendaknya. Keseluruhan hidupnya yang dulunya mengarah kepada dosa yang berpusat kepada kepentingan diri, tetapi sekarang hidupnya secara utuh diarahkan hanya kepada Tuhan. Kasih akan Tuhan itu akan bersemi dan tumbuh berakar semakin hari semakin besar. Kasih akan Tuhan ini menjadi motor penggerak dari hidupnya. Apa saja yang dipikirkan dan dikerjakannya adalah sebagai respon dari kasihnya kepada Allah. Segala perbuatan yang dilandaskan akan kasih akan Allah, takut akan Allah, maka perbuatan-perbuatan itu adalah kudus.

Pengenalan akan Allah hanya bisa didapatkan didalam Kristus Yesus. Menjadi satu dengan Kristus, union with Christ. Yoh 15:5 Tuhan Yesus mengatakan “Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.” Hubungan kita dengan Kristus akan menentukan kehidupan kita. Ketika kita benar-benar bisa hidup didalam Kristus dan Kristus didalam kita, maka hidup ini akan menghasilkan buah. Melalui iman kita dimungkinkan untuk dapat menjadi bagian dari Kristus. Kristus juga yang adalah Firman itu sendiri tinggal didalam kita, maka Firman ini menjadi motor penggerak hidup kita. “…Aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku” (Gal 2:20). Orang-orang disekitar kita ketika melihat kita, mereka melihat Kristus. Inilah anak-anak Allah yang sejati.

Paulus memperkenalkan konsep mengenai buah Roh di Gal 5:22-23 “Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri.” Seseorang yang sudah diselamatkan, oleh Roh Kudus maka dia dapat menghasilkan semuanya ini. Jika kita mau selidiki, semuanya ini ada pada Kristus. Akan ada juga pada kita jika Kristus ada didalam kita dan kita didalam Kristus. Sebagai contoh misalnya kasih. Kita baru bisa menghasilkan kasih yang sejati jika itu adalah buah dari Roh Kudus. Kita sering berpikir bahwa kita mengasihi seseorang, tetapi jika itu bukan dari Roh Kudus maka itu bukanlah kasih yang sejati. Kasih yang sejati adalah kasih yang bisa mengasihi musuh-musuh kita, orang yang merendahkan kita, menyakitkan kita. Kalau orang baik sama kita terus kita mengasihinya siapa yang tidak bisa. Kasih seperti kasih Allah kepada orang berdosa, tanpa syarat. Maka itu Paulus berkata jika seseorang dapat mengasihi sesamanya maka dia sudah melakukan hukum Taurat karena “…Kasih adalah kegenapan hukum Taurat” (Rom 13:10). Orang yang mengasihi sesamanya dia tidak akan mencuri barangnya, membunuh, ataupun mengingini miliknya karena itu bertentangan. Hanya inilah satu-satunya cara kita hidup kudus. Orang lain melihat kita akan melihat Kristus yang hidup.

Daftar isi Dipanggil untuk Dikuduskan

  1. Pendahuluan
  2. Kudus Adalah Atribut Allah
  3. Hubungan Antara Keselamatan Dan Pengudusan
  4. Manusia Lama Dan Manusia Baru
  5. Sisa Dosa
  6. Mematikan Dosa
  7. Pengenalan Akan Allah
  8. Hukum Agama Dan Kesucian
  9. Hidup Kudus
  10. Dipisahkan Untuk Kemuliaan Tuhan