Wawasan Dunia Kristen

Wawasan dunia adalah suatu presaposisi yang kita pegang, yang kita asumsikan benar, yang kita pegang dalam hidup kita secara sadar atau tidak sadar, secara konsisten atau tidak mengenai hal2 mendasar yang membentuk konsep kita tentang dunia. Singkatnya adalah bagaimana cara kita memandang dunia. Wawasan dunia ini mengarahkan semua dimensi hidup kita, seperti dimensi intelektual (apa yang kita anggap sebagai kebenaran mengenai diri kita dan tempat kita di dalam sejarah), dimensi fisik (bagaimana kita memperlakukan tubuh kita, cara makan, istirahat, olah raga dsb), dimensi sosial (bagaimana kita berinteraksi dengan sesama manusia, teman kita, musuh kita, orang kaya/miskin, orang lemah/kuat), dimensi ekonomi (bagaimana kita mencari uang dan menggunakannya), dimensi moral (tuntutan etika, pandangan kita tentang keadilan).

Wawasan dunia adalah kacamata bagaimana kita melihat dunia ini dan bagaimana kita berinteraksi kepadanya. Setiap orang pasti memiliki wawasannya sendiri dan tentunya berbeda dengan orang lain. Wawasan yang biasanya dianut seringkali berdasarkan presaposisi yang dia miliki tentang apa itu kebenaran. Karena semua orang pasti pada umumnya akan melakukan hal2 yang dia anggap benar. Apakah itu mutlak benar, itu lain perkara. Tetapi kebenaran2 ini yang mendasarkan tindakan dari manusia. Kebenaran2 ini yang seringkali dipaksakan terhadap orang lain dan seringkali menyebabkan pertikaian, pertengkaran, peperangan, dan segala macam perpecahan. Kebenaran2 ini yang melandasi kehidupan masing2 manusia. Seperti yang ditulis di Hak 21:25 setiap orang berbuat apa saja yang benar menurut pandangannya sendiri.

Wawasan dunia Kristen berbeda dengan wawasan dunia non-Kristen. Wawasan dunia Kristen didasarkan pada presaposisi Kristen yang didasarkan dari ajaran Alkitab. Teologi dan filsafat Kristen dipakai sebagai dasar pemahaman orang Kristen dalam melihat segala dimensi kehidupan manusia seperti yang disebutkan diatas. Wawasan dunia pada umumnya bedasarkan kebenaran2 yang diciptakan sendiri oleh manusia, tetapi wawasan dunia Kristen didasarkan atas firman Tuhan. Maka kebenaran2 yang menjadi dasar adalah kebenaran2 berdasarkan firman Tuhan.

Motif penciptaan-kejatuhan-pemulihan dalam Alkitab memberikan visi hidup kepada orang Kristen yang melihat segala sesuatu dalam dunia ini sebagai hasil ciptaan Allah. Maka salah satunya yaitu manusia, yang sebagai ciptaan, akan memiliki makna dan tujuan, yang sudah ditentukan oleh penciptanya, dan yang tidak dapat dicari di tempat lain. Contoh jika seseorang membuat pot dari tanah liat, maka pot itu akan memiliki suatu tujuan dan fungsi yang ditentukan oleh sang pembuat. Yang juga merupakan kedaulatan sang pembuat jika pot itu mau dipakainya untuk apa. Tidak bisa pot itu kemudian mencari sendiri fungsi dan tujuannya diciptakan. Manusia juga demikian. Semua ciptaan Allah pada dasarnya baik dan semuanya diciptakan bagi kemuliaan Allah. Namun setelah kejatuhan manusia maka timbul berbagai permasalahan yang rumit dalam kehidupan manusia. Dosa merusak kehidupan manusia secara keseluruhan baik dalam aspek rohani maupun aspek pengetahuan dan moralitasnya. Pencemaran dosa melemahkan kemampuan manusia sehingga tanpa pertolongan Allah tidak mungkin manusia dapat hidup secara benar dan berkenan kepada Allah. Maka penebusan Kristus Yesus dimaksudkan untuk memulihkan keadaan manusia yang sudah jatuh kembali ke dalam keadaan yang dikehendaki Allah sehingga mereka dapat mewujudkan kehendak Allah dalam dunia ini. Yaitu tujuan dan fungsi yang sudah ditetapkan Allah sebelumnya untuk menjalankan peranan mereka sebagai wakil Allah dalam mengelola seluruh ciptaan bagi kemuliaan Allah dan bagi kesejahteraan manusia itu sendiri dan pada akhirnya mereka bertanggung jawab kepada Allah.

Disini jelas ada perbedaan yang mencolok antara orang Kristen dan non-Kristen. Maka apa saja konteks hidup yang dialami orang tsb maka reaksinya akan berbeda sekali antara orang Kristen dan non-Kristen. Maka sering sekali orang Kristen di cap sebagai orang “aneh”. Hari minggu orang pergi jalan2, dia malah ke gereja. Orang pada berusaha cari uang sebanyak banyaknya, dia malah memberikan uang. Ada pekerjaan enak di kota besar, dia malah pergi ke pelosok melayani Injil. Tetapi inilah kekristenan. Tindakan yang melawan arus dunia. Inilah kekristenan sejati. Mengapa bisa demikian? Karena dia melihat dunia berbeda dengan orang non-Kristen. Dia melihat dunia sama seperti Allah melihat dunia. Berbahagialah orang yang mendapatkan ini.