Kehendak Bebas Manusia

Kehendak bebas manusia dan kedaulatan Tuhan selalu menjadi perdebatan dari masa ke masa. Karena memang sulit untuk bisa menyelaraskan keduanya. Tuhan menciptakan manusia dengan memberikan kepadanya kehendak bebas (free will). Ketika Adam diciptakan, dia memiliki dua macam pilihan yaitu untuk mentaati firman Tuhan atau mengikuti keinginan dirinya sendiri (yang berlawanan dengan firman Tuhan yang adalah dosa itu sendiri). Tuhan berfirman kepada Adam “semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya” (Kej 2:16-17). Ketika Adam melihat pohon itu dan buahnya yang diberikan oleh istrinya kepadanya, maka dia punya dua pilihan dan dia bebas memilihnya.

Kita semua sudah tahu dia akhirnya memilih yang mana. Tetapi yang menarik adalah mengapa Tuhan memberikan kehendak bebas itu? Tuhan juga sudah tahu juga bahwa Adam nanti akan jatuh? Mengapa juga Tuhan menciptakan pohon yang buahnya tidak boleh dimakan itu? Kalau pohon itu tidak ada Adam tidak mungkin jatuh. Menurut saya penciptaan pohon itu dan juga kehendak bebas manusia diberikan oleh Tuhan untuk menguji manusia. Sesuatu yang lolos ujian memiliki suatu nilai yang lebih. Segala sesuatu harus diuji untuk menentukan kualitasnya. Maka manusia disini juga termasuk di dalamnya.

Tanpa pohon itu, tanpa kehendak bebas manusia maka kita semua adalah ciptaan yang seperti robot yang sudah terprogram. Robot yang sudah terprogram tidak akan memiliki kemungkinan untuk melenceng dari sasarannya. Contoh yang paling mudah saja ketika kita menyetel alarm kita besok jam 6 pagi untuk menyala, maka jam 6 dia akan menyala. Ketika alarm itu bunyi, kita pun juga tidak akan terlalu memikirkannya lagi wah kok bisa bunyi ya karena memang sudah pasti diharapkan untuk bunyi. Lain dengan ketika kita janjian dengan teman jam 6. Ketika kita sudah sampai duluan disana, maka kita akan berpikir dia tepat waktu atau tidak ya. Atau bahkan dia datang atau tidak ya. Ketika dia tepat waktu jam 6 datang maka kita akan bisa menghargai ketepatan waktu dan kehadirannya. Ada ujian disini yang menentukan teman itu bisa tepat seperti yang kita harapkan atau tidak.

Maka ketika Allah memberikan firman-Nya, maka Dia mau kita mentaatinya. Ingat selalu bahwa hubungan kita dengan Allah adalah berupa suatu perjanjian (covenant). Alkitab kita disebut Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Kita tentu sudah tahu betul bahwa di dalam setiap perjanjian, maka kedua belah pihak yang berjanji akan dituntut untuk menepati janjinya. Allah tidak pernah ingkar janji. Dia selalu menepati semua janji-Nya. Maka dari pihak manusia yang memiliki kehendak bebas, dia bisa memilih untuk menepati janji atau ingkar. Maka ketika Adam memilih untuk memakan buah itu, dia melanggar janji itu dan akibatnya adalah dosa. Maka Allah juga berjanji bahwa ketika buah itu dimakan maka yang makan akan mati. Tuhan tidak dapat menyangkali janji-Nya. Dia tidak dapat menyangkali diri-Nya sendiri. Oleh karena itu manusia harus mati.