Kebenaran (1)

Apa itu kebenaran itu? (Yoh. 18:38). Suatu pertanyaan yang unik sekaligus menarik yang dilontarkan oleh Pilatus kepaYesus Kristus. Dia bertanya seperti ini setelah sebelumnya Yesus berkata kepadanya bahwa Yesus datang ke dalam dunia untuk memberikan kesaksian tentang kebenaran (Yoh. 18:37). Suatu pertanyaan yang seolah-olah mengatakan apakah masih ada kebenaran. Sangat cocok dengan jaman sekarang di mana kebenaran sudah menjadi relatif. Semua orang memiliki kebenarannya sendiri dan kita juga punya dan masing-masing tidak boleh memaksakannya kepada yang lain.

Tetapi dalam kekristenan cuma ada satu kebenaran saja yaitu kebenaran daripada Allah yang diwahyukan di dalam Yesus Kristus yang adalah Firman Allah itu sendiri yang menjadi manusia. Allah adalah sumber dari kebenaran. Segala sesuatu diciptakan dan berfungsi berdasarkan kebenaran Allah. Adam sebelum jatuh ke dalam dosa hidup berdasarkan kebenaran Allah dan keadaan ini adalah baik. Demikianlah firman Tuhan. Tetapi karena keinginannya sendiri dia menolak kebenaran Allah dan mau menggunakan kebenarannya sendiri.

Di tengah taman Eden Tuhan menaruh pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat di mana manusia dilarang memakan buahnya kalau tidak mereka pasti akan mati. Pertama, ini adalah firman Tuhan dan adalah kebenaran Tuhan. Tidak mungkin salah karena setelah memakannya manusia mati. Kedua, pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat ditentukan oleh Tuhan. Ini adalah kebenaran Tuhan dan siapapun yang menjalankannya, maka ia akan hidup dan terhindar dari segala macam kekacauan, penderitaan, ketakutan, dsb. Tetapi manusia tidak mau taat dan mereka memutuskan untuk menentukan sendiri kebenaran mereka. Mereka makan buah itu berharap untuk memiliki pengetahuan yang baik dan yang jahat bagi mereka sendiri. Menaikkan posisi mereka menjadi seperti Tuhan di mana sekarang mereka dapat menentukan sendiri kebenaran. Maka ini adalah awal mula dari segala kecelakaan manusia. Manusia jatuh ke dalam dosa.

Setelah manusia jatuh ke dalam dosa, kebenaran Allah sudah tidak ada lagi dalam diri mereka. Yang ada adalah kebenaran mereka sendiri-sendiri. Sejak saat itu semua orang berpikir dirinya adalah kebenaran yang paling benar. Oleh karena itulah maka kehidupan manusia menjadi berantakan sejak kejatuhan. Kejahatan dan kematian masuk dan menguasai kehidupan manusia. Manusia sudah kehilangan fungsinya sebagaimana dia diciptakan dulunya. Relasi dengan Tuhan sudah tidak ada. Relasi dengan sesama juga rusak. Semua orang hanya memikirkan dirinya sendiri saja. Maka kita lihat dunia ini berantakan seperti ini adalah akibat dari dosa.

Tetapi Tuhan tidak meninggalkan manusia begitu saja dan masih memberinya harapan. Yaitu penebusan di dalam Yesus Kristus yang adalah Allah sendiri yang mengosongkan diri-Nya menjadi manusia. Melalui Yesus Kristus, Allah menyatakan kebenaran-Nya sekali lagi. Dan untuk semua orang yang ditebus, maka di dalam Kristus kebenaran sejati didapatkan kembali. Manusia dipulihkan kepada keadaan awalnya sesuai dengan tujuan Allah menciptakan. Dan kebenaran yang ada di dalam orang-orang yang sudah ditebus ini akan juga memancar keluar menyinari orang-orang yang ada disekitarnya. Di sinilah kemuliaan Allah dinyatakan. Suatu kehidupan orang-orang kudus menyatakan kemuliaan Allah. Soli Deo Gloria.