Kebenaran (2)

Yesus Kristus pernah mengatakan: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Yoh. 14:6).

Tuhan Yesus adalah Firman Allah yang menjadi manusia (Yoh. 1:14). Ia berasal dari Allah dan Dia adalah Allah (Yoh. 1:1). Pada diri-Nya sendiri Dialah kebenaran itu. Dalam pekerjaan inkarnasi-Nya, Dia menjadi manusia dan tinggal di antara kita, untuk menyatakan kebenaran itu. Suatu misteri Allah yang tidak dipahami oleh manusia kini diwahyukan kepada kita. Kebenaran yang sudah hilang, kini dihadirkan kembali kepada manusia.

Sebelum kejatuhan, Adam hidup berdasarkan kebenaran Allah. Pengetahuan yang baik dan yang jahat datang dari Allah. Tetapi setelah dia tidak mau lagi itu dan dia mau menentukan sendiri yang baik dan yang jahat dengan memakan buah pohon itu, maka sejak dari itu kebenaran Allah hilang daripadanya dan digantikan oleh kebenarannya sendiri. Ini sudah dibahas di artikel sebelumnya. Dan manusia menjadi tidak ada kebenaran Allah lagi. Yang ada adalah kebenaran berdasarkan dirinya sendiri yang pada hakekatnya adalah salah. Ini adalah dosa. Sebagai akibatnya, maka sejak itu hidup manusia menjadi penuh dengan penderitaan, perselisihan, peperangan, kejahatan, dan semuanya.

Di dalam Kristus, orang-orang yang sudah ditebus kini mendapatkan kembali kebenaran Allah. Suatu hidup yang diperbaharui. Kebenaran yang sudah hilang kini hadir kembali dalam orang itu merubah hidupnya. Kebenaran yang sama kemudian akan dinyatakan dalam hidup orang itu kepada orang lain di sekitarnya. Orang lain akan bisa melihat perubahan hidup, suatu gambar dan rupa Allah mulai hadir dalam hidup orang itu. Di sinilah Tuhan dipermuliakan dan sekaligus kehidupan orang ini menjadi saksi yang hidup. Kehidupan yang benar yang menyaksikan Allah.

Maka hanyalah Kristus harapan kita. Ketika kita mau hidup benar, suatu kehidupan yang penuh kasih, sukacita, dan damai sejahtera, maka jalan satu-satunya adalah Yesus Kristus. Karena Dialah adalah kebenaran yang sejati. Di dalam Dia dan Dia di dalam kita maka barulah kita bisa menikmati semuanya ini selama masih hidup di dunia dan juga pada akhirnya kita akan mendapatkan suatu kehidupan berbahagia di sorga bersama-sama Kristus. Soli Deo Gloria.