Bagaimana Orang Kristen Melihat Corona Virus

Dengan adanya virus Covid 19 ini, kita semua secara tiba-tiba dihadapkan kepada suatu kenyataan bahwa hidup ini kita biarkan berjalan begitu saja dan kita berpikir bahwa semuanya akan selalu berjalan dengan baik, dsb. Kita punya banyak rencana ke depan. Mau pergi jalan-jalan. Beli rumah, beli mobil, beli hp. Mau pindah pekerjaan baru. Bahkan mau menikah dsb. Tetapi tiba-tiba semuanya itu seperti screen saver di layar komputer kita yang tiba-tiba saja hilang. Dan kita dihadapkan pada suatu kenyataan dimana mungkin saja kita tidak bisa melewati tahun ini.

Mari kita semua berhenti sejenak dan memikirkan apa sebenarnya yang terjadi disini? Apa yang ada di pikiran saudara ketika berhadapan dengan keadaan ini? Apakah ada takut? Kekuatiran? Sudah tentu itu wajar. Aneh jikalau kita tidak ada perasaan ini. Tetapi apakah kemudian hidup kita dikendalikan oleh perasaan takut dan kuatir ini? Ataukah mungkin saudara dan saya bersyukur kepada Tuhan karena Dia masih memberikan kita kesempatan untuk bertobat. Sangat mungkin bahwa virus ini diberikan untuk menyadarkan kita bahwa selama ini kita hidup dalam jalan yang salah. Jikalau saudara dan saya memiliki pengertian ini, maka rendahkan diri saudara, minta ampun kepada Tuhan. Dan mungkin Dia mau memulihkan negeri kita demikian kata firman Tuhan (2Taw. 7:13-14).

Apakah kita bisa kembali kepada keadaan semula? Saya tidak tahu. Mungkin bisa, mungkin lebih baik, atau mungkin kita juga tidak akan melewatinya. Tetapi itu bukan masalahnya karena semua orang pasti akan mati. Saudara akan mati, saya akan mati. Ini kita tidak bisa lari karena upah dosa adalah maut. Ketika manusia berdosa pasti ia akan mati demikianlah firman Tuhan. Tetapi bagaimana kita akan mati itu yang membedakan. Apakah kita mati dengan tangan mengacung kepada Tuhan atau kita mati dalam pelukan Tuhan. Dalam keadaan damai dengan Tuhan atau dimurkai Tuhan.

Mungkin pada saat-saat yang sulit seperti ini, anda diberi kesempatan untuk keluar dari segala rutinitas hidup yang selalu menyedot pikiran dan tenaga anda. Berhentilah sejenak. Gumulkan akan hal ini. Kembalilah kepada Allah jikalau dalam hatimu sudah ada kegelisahan. Terimalah Kristus Yesus sebagai Tuhan dan Raja dalam hidupmu. Bertobatlah dan minta ampun kepada-Nya.

Dan jikalau anda dan saya melewati masa-masa krisis ini, berarti Tuhan masih mau memberikan kita kesempatan sekali lagi untuk hidup bagi Tuhan. Maka persembahkanlah hidup kita sebagai suatu persembahan yang hidup yang berkenan bagi Tuhan. Sampai pada saatnya nanti kita boleh mengakhiri pertandingan ini dengan kemenangan. Kiranya Tuhan berbelas kasihan kepada kita semua. Amin.