Anak-anak dan Panggilannya

Di bagian terakhir ini kita akan membahas mengenai anak. Jika Anda bukan seorang suami dan bukan seorang isteri, pastilah Anda seorang anak. Saya ingin melanjutkan pembahasan Efesus 5 tentang suami dan isteri. Efesus 6 dimulai dengan demikian “Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan karena haruslah demikian. Hormatilah ayahmu dan ibumu – ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini: supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi” (Ef. 6:1-3). Ada 3 hal di sini, taat, hormat, dan adanya sebuah janji.

Taatilah orang tuamu adalah perintah Tuhan. Seperti yang saya sudah singgung sebelumnya ketika suami dan isteri adalah orang-orang yang takut akan Tuhan akan menghadirkan kebenaran Tuhan di dalam keluarga. Mereka akan mengajarkan kebenaran ini kepada anak-anaknya baik secara langsung melalui pengajaran, maupun secara tidak langsung melalui perbuatan mereka. Setiap pengajaran harus diikuti oleh ketaatan. Tanpa ketaatan kebenaran sebaik apapun tidak akan ada gunanya. Kebenaran tidak boleh hanya berada di level kognitif saja. Dalam arti kita bisa mengerti apa yang diajarkan, setuju dan mengamini. Tetapi ketika kebenaran di dalam pikiran itu saja ketika tidak pernah turun menjadi perbuatan, maka itu berarti sebenarnya bahwa kita masih belum mengerti. Orang yang mengerti maka ia akan lakukan. Banyak anak sebenarnya sudah mengerti apa yang benar dan apa yang salah. Tetapi pengertian ini tidak pernah menjadi perbuatan.

Hormatilah orang tuamu adalah perintah Tuhan. Orang tua adalah wakil daripada Tuhan di dalam dunia ini yang Tuhan berikan kepada kita untuk kita taati dan hormati. Kita harus bisa mengakui otoritas ini. Banyak sekali anak-anak terutama di negara Barat di mana mereka sulit sekali mengakui otoritas orang tua mereka. Mereka sulit mengakui otoritas siapa saja. Dan ketika anak-anak sudah tidak dapat lagi menundukkan diri mereka terhadap orang tua, maka segala sistem pengajaran, tatanan keluarga, ordo, serta hubungan antara orang tua dan anak akan kacau. Fungsi orang tua tidak akan berjalan dengan benar. Ini biasanya akan menghasilkan anak-anak yang liar.

Ketika anak-anak mentaati dan menghormati orang tuanya, maka Tuhan memberikan janji yaitu bahwa hidup mereka akan bahagia dan panjang umur. Pengertiannya sebenarnya mudah. Suatu logika yang simpel. Ketika anak-anak mau taat dan menghargai otoritas orang tua sebagai wakil Tuhan, maka mereka dengan mudah diajarkan dan diperlengkapi dengan kebenaran Tuhan. Ini memungkinkan mereka untuk menjadi orang-orang yang benar. Orang-orang yang berfungsi sesuai dengan sebagaimana dia diciptakan. Misalnya. Ketika ia menjadi seorang suami, ia akan mengasihi isterinya, ia akan mengajari anak-anaknya. Maka sebagai akibatnya ia akan mendapatkan suatu keluarga yang bahagia. Disebut panjang umur juga karena dengan kebenaran Allah, ia memiliki hikmat dan bijaksana untuk menjauhi hal-hal yang menghasilkan kematian dini. Misalnya, ia tidak akan merokok, makan makanan berlemak berlebihan, atau apapun saja yang membahayakan kesehatannya. Maka hidup orang ini akan diberkati.

Hormat kepada orang tua adalah hukum ke-5 dari 10 perintah Allah. 4 hukum pertama ditujukan kepada Tuhan dan 6 hukum selanjutnya mengatur hubungan dengan sesama. Yang paling penting dari 6 hukum ini adalah hormatilah orang tuamu. Ini bahkan lebih penting daripada jangan membunuh. Di sini Tuhan hendak memberi penekanan akan pentingnya orang tua. Karena mereka adalah wakil Tuhan yang diberi kuasa atas anak-anaknya. Kuasa untuk mendidik mereka takut akan Tuhan. Membawa mereka takluk kepada Tuhan.

Di tempat yang lain Tuhan menghendaki orang tua mengajarkan kepada anak-anaknya untuk mengasihi Tuhan dengan segenap hati, segenap jiwa, dan segenap kekuatan. “Haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu” (Ul. 6:7). Orang tua adalah pengajar yang pertama dan penting. Orang tua adalah orang yang pertama berinteraksi dengan anak-anak mereka. Mereka memiliki hubungan yang paling dekat dengan mereka. Orang tua yang paling banyak menghabiskan waktu dengan anak-anaknya dibandingkan dengan siapapun juga. Orang tua adalah pengajar yang paling efektif yang dipilih Tuhan dan diletakkan dalam keluarga untuk mengajar takut akan Tuhan. Ajarkanlah ini secepatnya kepada anak-anak Anda, maka lihatlah anak-anak yang akan diberkati Tuhan. Saya percaya salah satu kebahagiaan orang tua ketika melihat anak-anaknya ketika dewasa memiliki suatu hidup yang penuh berkat Tuhan. Jikalau tidak, anak-anak Anda meskipun mereka sudah meninggalkan keluarga Anda masih akan terus menjadi kesedihan.

Terakhir, bagi kita yang sudah dewasa dan berkeluarga sekalipun. Jangan lupakan orang tua kita. Hormat kepada mereka tetap harus kita lakukan meskipun kita sudah bukan menjadi tanggungan mereka lagi. Bantulah mereka dan jangan lupa doakan. Kiranya Tuhan memberikan kepada kita semua hati yang takut akan Dia.

Soli Deo Gloria