Keluarga yang Diberkati

Dalam kesempatan ini saya ingin membahas salah satu aspek penting dalam kehidupan manusia yaitu keluarga. Saya percaya semua orang dari segala jaman mencari suatu kehidupan keluarga yang bahagia yang diberkati oleh Tuhan. Ada banyak teori, tips dan rahasia, tetapi apa sebenarnya yang dapat mencapai keluarga idaman banyak orang ini? Dalam satu seri yang singkat ini saya akan membahas beberapa aspek dalam keluarga yang dapat menjadikan keluarga Anda berhasil. Suatu rahasia yang sebenarnya juga bukan rahasia yang selama ribuan tahun sebenarnya sudah ada tetapi tidak diperhatikan oleh manusia. Saya akan membaginya menjadi 4 bagian. Yang pertama ini adalah dasarnya, kemudian ketiga sesi lainnya saya akan membahas tentang suami, isteri dan anak.

Keluarga adalah lembaga pertama yang dibentuk oleh Tuhan sendiri pada awal dunia dijadikan. “Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging” (Kej. 2:24). Inilah suami dan isteri. Inilah keluarga. Diciptakan oleh Tuhan sendiri yang adalah kehendak-Nya. Maka sama seperti ciptaan yang lainnya mereka diciptakan dalam keadaan yang baik. Keluarga yang Tuhan ciptakan adalah baik. Tetapi mengapa yang baik ini kemudian bisa menjadi banyak kerusakan seperti yang dapat kita saksikan di sekitar kita sekarang ini? Jawabannya adalah karena dosa.

Maka di Kejadian 3 ketika manusia jatuh ke dalam dosa, Anda dapat melihat keluarga yang baik ini kemudian mulai menjadi rusak. Ketika Tuhan menegur Adam apakah dia makan buah terlarang itu, Adam mulai menyalahkan isterinya. Pertengkaran keluarga pertama terjadi. Adam yang sebelumnya membuat puisi indah tentang isterinya, “tulang dari tulangku dan daging dari dagingku”, sekarang ia mulai mempersalahkan isterinya. Mulai ada keretakan relasi. Nah sudah tentu Anda sekalian tahu bahwa ini akan menjadi bibit berkembangnya permasalahan keluarga yang lain. Dan ribuan tahun sesudahnya dan entah berapa banyak dosa lainnya yang diperbuat manusia, suami dan isteri, maka lihatlah sekeliling Anda. Itulah hasilnya. Satu dosa yang “kecil” yaitu memakan buah bisa menghasilkan keadaan yang sangat serius seperti ini. Dosa adalah sama seperti api. Hanya perlu sesuatu yang kecil saja tetapi itu akan menjalar dan membumi hanguskan apa saja yang diterjangnya. Beranikah Anda bermain dengan dosa?

Ketika saya mengamati banyak keluarga di dunia, saya dapat melihat betapa seriusnya masalah ini. Banyak sekali penderitaan, tangisan, dan sampai pada perceraian. Bicara tentang perceraian ini saja efeknya sangat banyak khususnya terhadap anak-anak mereka. Meskipun mereka tidak bercerai pun, tetapi banyak keluarga yang sebenarnya suami isteri sudah hidup terpisah hanya belum diresmikan saja. Pertengkaran terjadi terus menerus. Kembali anak-anak menjadi korban. Maka anak-anak ini akan tumbuh besar dan kemudian akan menikah dan siklus ini kembali terulang lagi. Demikian seterusnya.

Tetapi Tuhan tidak membiarkan manusia. Dalam anugerah-Nya Dia memberikan suatu jalan keluar di mana segala kerusakan karena dosa ini dipulihkan kembali menjadi seperti asalnya. Jalan ini adalah melalui penebusan Yesus Kristus dan tidak ada jalan yang lain. Ketika manusia bertobat dan memulai suatu kehidupan baru maka secara proses hidupnya akan dipulihkan. Perlahan kebenaran akan mulai muncul bersemi dan tumbuh menjadi besar. Menjadi semakin serupa dengan Kristus setiap harinya. Baik suami maupun isteri. Di mana kebenaran Tuhan yang sama ada dalam keluarga, ini akan membuat suami dan isteri bisa kembali dipersatukan. Kesulitan dalam perkawinan adalah dua belah pihak punya kebenaran sendiri-sendiri, mereka mempertahankannya, maka terjadilah bentrokan karena kebenaran mereka pasti tidak mungkin bisa sama semua.

Suami dan isteri yang takut akan Tuhan dan anak-anak mereka juga mengikuti maka keluarga tersebut akan bahagia. Keluarga itu akan dipakai Tuhan luar biasa menjadi berkat bagi orang-orang disekitarnya. Inilah jalan satu-satunya. Ini adalah kebenaran Tuhan yang jikalau tidak dijalankan, yang kita dapatkan hanyalah kekacauan. Jikalau Anda sudah percaya Tuhan Yesus Kristus, berdoalah minta agar Dia membawa Anda lebih mengenal-Nya sehingga hidup Anda dapat mulai diubah. Jikalau Anda belum percaya, maka mungkin ini adalah saatnya untuk bertobat. Sangat mungkin permasalahan keluarga yang ada dipakai oleh Tuhan untuk membawa Anda kembali kepada-Nya?

Tuhan menciptakan segala sesuatu dengan suatu tujuan, termasuk keluarga. Tujuan ini ditetapkan berdasarkan kebenaran Tuhan yang diajarkan di Alkitab. Maka keluarga hanya akan berfungsi sebagaimana semestinya ketika keluarga itu menegakkan kebenaran Tuhan. Seperti sebuah pena diciptakan untuk menulis. Itu fungsinya. Ketika pena itu dipakai untuk mencoret-coret tembok maka hasilnya adalah kekacauan yang tidak enak dilihat. Sama juga dengan keluarga. Seorang suami, isteri dan anak mempunyai tujuan sendiri-sendiri. Dan keluarga itu akan berfungsi dengan benar jika dan hanya jika masing-masing taat menjalankannya sesuai dengan panggilannya. Kita akan membahas ini di bagian-bagian berikutnya.

Soli Deo Gloria.